Bagaimana Membuat Histogram dan Poligon Frekuensi

Wednesday, April 26th 2017. | Cara Membaca Tabel
advertisements

Rumus Matematika dalam kesempatan kali ini akan membahas mengenai bagaimana membuat histogram dan poligon frekuensi, dimana temen-temen pasti sudah tidak asing lagi mengenai histogram maupun poligon frekuensi. Karena dalam penyajian data matematika sering kita jumpai menggunakan histogram maupun poligon frekuensi.

Bagaimana Membuat Histogram dan Poligon Frekuensi

Perhatikan tabel distribusi frekuensi dari nilai ujian matematika 50 siswa kelas VIII SMP Maju Jaya berikut ini.

4.6

Berdasarkan tabel diatas, data yang ada dikelompokan menjadi 7 kelas interval. Interval yang pertama yaitu 50 – 54 dimana frekuensinya adalah 2. Artinya siswa yang mendapat nilai ulangan antara 50 – 54 adalah 2 orang. Dalam interval tersebut nilai 50 menjadi batas bawah dan nilai 54 menjadi batas atas kelas. Selain kita mengenal batas bawah dan batas atas, kita juga mengenal tepi bawah dan juga tepi atas kelas. Tepi bawah dan juga tepi atas kelas digunakan untuk memastikan bahwa data yang masuk benar-benar berada di kelas interval yang tepat. Selain itu, tepi bawah dan juga tepi atas kelas juga berfungsi untuk menentukan panjang dari kelas interval apabila data-data yang ada telah tersaji dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Adapun cara untuk menentukan tepi bawah dan juga tepi atas kelas yaitu sebagai berikut.

adversitemens

Tepi bawah kelas = batas bawah kelas – 0,5

Tepi atas kelas = batas atas kelas + 0,5

Sedangkan panjang kelas intervaal adalah selisih antara tepi atas dengan tepi bawah kelas. Misalkan kita ambil contoh dari tabel diatas untuk interval yang pertama yaitu 50-54 maka kita dapat menentukan sebagai berikut :

Tepi bawah kelas = 50 – 0,5 = 49,5

Tepi atas kelas = 54 + 0,5 = 54,5

Panjang kelas = 54,5 – 49,5 = 5

Histogram dan Poligon Frekuensi

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi kita dapat membuat sebuah diagram dengan menggunakan beberapa persegi panjang yang disebut sebagai histogram. Bentuk dari histogram ini hampir sama dengan diagram batang tetapi dalam histogram persegi panjangnya atau batang-batangnya saling berhimpitan. Dalam histogram, tiap – tiap persegi panjang menentukan kelas tertentu, lebar persegi panjang menunjukan panjang kelas sedangkan tinggi persegi panjang menunjukan frekuensinya. Dari tabel distribusi frekuensi diatas, kita dapat membuat histogramnya yaitu sebagai berikut.

4.7

Disamping menggunakan histogram, kita juga dapat menggambarkan tabel distribusi frekuensi menggunakan poligon frekuensi. Poligon frekuensi ini dapat kita buat dengan cara menghubungkan titik-titik tengah dari tiap interval kelas secara berurutan. Agar poligon frekunesi tertutup pada ujung-ujungnya maka sebelum kelas paling bawah dan setelah kelas paling atas kita tambahkan satu kelas lagi dengan frekuensi nol. Gambar dibawah ini merupakan penyajian data berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas kedalam poligon frekuensi.

4.6

Itulah materi mengenai cara membuat histogram dan poligon frekuensi, sekarang tentunya temen-temen sudah sangat paham bagaimana cara membuatnya. Semoga temen-temen tidak akan merasa kesulitan lagi ketika akan membuat histogram maupun poligon frekuensi setelah membaca materi ini. Dan jangan lupa baca juga artikel sebelumnya mengenai Mengetahui Sifat-sifat Barisan atau Deret Aritmatika.

advertisements
tags: , , , , ,

Related For Bagaimana Membuat Histogram dan Poligon Frekuensi