Aritmatika Sosial pada Kegiatan Ekonomi

Tuesday, August 11th 2015. | Aritmatika
advertisements

Rumus Matematika kali ini akan membahas tentang aritmatika sosial pada kegiatan ekonomi, pasti kasus sosial seperti yang akan kita bahas ini tidak asing lagi bagi temen-temen. Pernah ga temen-temen membeli sebuah buku tulis misalnya disebuah toko, ditoko alat tulis biasanya buku tersebut dijual secara grosir atau dalam jumlah banyak. Harga sebuah barang yang dijual dalam jumlah banyak biasanya akan lebih rendah dibandingkan dengan yang dijual secara eceran (satuan). Bandingan jika temen-temen setiap kali ajaran baru membutuhkan 20pcs buku tulis dengan membeli dalam jumlah banyak ditoko buku atau  dengan membeli secara eceran ditoko deket rumah.

gb5

1. Menghitung Nilai Keseluruhan, Nilai Perunit, dan Nilai Sebagian

Untuk mendefinisikan isitilah nilai keseluruhan, nilai perunit serta nilai sebagian akan lebih mudah jika kita menggunakan contoh kasusnya langsung. Seorang pemilik toko menjual satu kotak penghapus dengan harga Rp 9.400,00. Ternyata, dalam satu kotak terdapat 10 buah penghapus. Seseorang membeli penghapus dan pemilik toko menjualnya dengan harga Rp 1.300,00. Dalam hal ini, harga satu kotak penghapus Rp 9.400,00 disebut nilai keseluruhan, sedangkan harga satu buah penghapus Rp 1.300,00 disebut nilai perunit. Perhatikan contoh soal dibawah ini.

adversitemens

gb6

2. Harga Pembelian, Harga Penjualan, Untung dan Rugi

Untuk menjelaskan pengertian dari harga pembelian, harga penjualan, untung dan rugi tersebut juga akan lebih mudah dipahami jika kita langsung melihat dalam salah satu contoh kasus. Pak Soni membeli Lemari es dengan harga Rp 1.250.000,00. Sebulan kemudian lemari es tersebut dijual dengan harga Rp 1.400.000,00. Dalam hal ini Pak Soni mendapatkan untung rp 150.000,00. Apabila Pak Soni menjual lemari es dengan harga Rp 1.050.000,00 maka dapat dikatakan pak soni mengalami rugi Rp 200.000,00. Dari paparan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa :

Harga beli adalah harga barang dari pabrik, grosir, atau tempat lain. Harga beli sering juga disebut dengan modal. Dalam situasi tertentu modal adalah harga beli ditambah dengan ongkos dan biaya lainnya.

Harga jual adalah harga barang yang ditetapkan oleh pedagang kepada pembeli. Untung atau laba merupakan selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian jika harga penjualan lebih dari harga pembelian.

Laba = Harga Penjualan – Harga Pembelian

Rugi adalah selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian jika harga penjualan kurang dari harga pembelian.

Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan

Perhatikan contoh soal dibawah ini.

gb7

 

 

 

 

 

 

 

3. Persentase Untung atau Rugi

a. Menentukan persentase untung atau rugi

Persen yang berarti per seratus, dan ditulis dalam bentuk p% dengan p merupakan bilangan real. Dalam perdagangan, besarnya untung atau rugi biasanya dinyatakan dalam bentuk persen. Perhatikan rumus dibawah ini.

gb8

contoh penerapan dalam soal, perhatikan contoh berikut.

gb9

 

 

 

 

b. Menentukan harga penjualan dan harga pembelian jika persentase untung atau rugi diketahui

Jika persentase untung atau rugi diketahui, kita dapat menghitung harga beli atau harga jualnya. Kita sama-sama telah mengetahui bahwa untung (laba) = harga penjualan – harga pembelian, maka

1). harga penjualan = harga pembelian + untung

2). harga pembelian = harga penjualan – untung

selain itu kita juga telah sama- sama mengetahui bahwa rugi = harga pembelian dikurangi harga penjualan, maka

1). harga penjualan = harga pembelian – rugi

2). harga pembelian = harga penjualan + rugi

perhatikan contoh soal dibawah ini

gb10

 

 

 

 

 

Video Cara Menghitung Presentase Untung Rugi 


Itulah penjelasn singkat mengenai aritmatika sosial pada kegiatan ekonomi, semoga dapat bermanfaat dan membantu temen-temen dalam lebih memahami matematika. Pelajari juga yu artikel sebelumnya yang membahas  mengenai rumus reduksi.

Selamat belajar..

advertisements
tags: , , ,

Related For Aritmatika Sosial pada Kegiatan Ekonomi